Kasus Narkoba, Kapolsek Astana Anyar dan 12 Polisi Ditangkap

Bandung, jejakkeadilan.com- Polda Jabar menangkap 12 anggota Polisi karena diduga menggunakan narkoba jenis sabu. Dari 12 orang Polisi tersebut, satu diantaranya merupakan Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, belasan oknum Polisi tersebut saat ini diperiksa Propam Polda Jabar dan Mabes Polri.

“Polda Jabar memastikan akan menindak tegas anggota institus Polri jika terbukti bersalah. Sekarang ini yang jelas masih dilakukan pendalaman oleh Propam Polda Jabar. Pimpinan berkomitmen Polda Jabar khususnya siapapun yang melanggar terutama masalah narkoba itu akan ditindak dengan tegas dan sangat keras,” ucapnya kepada Wartawan, Rabu (17/2).

Erdi menjelaskan, kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat ke Mabes Polri. Laporan teresebut ditindaklanjuti oleh Propam Polda Jabar. Mereka melakukan penangkapan terhadap anggota polisi yang dicurigai.

“Kemudian dilakukan pengembangan dan diamankan belasan personel lainnya. Total ada 12 orang termasuk Kapolseknya,” ujarnya.

Jika terbukti melanggar, belasan anggota tersebut bisa mendapatkan penurunan pangkat bahkan dipecat. Sejauh ini, hasil tes urin sementara ada beberapa yang dinyatakan positif, namun itu belum termasuk kapolsek. Sisanya masih berproses dan sedang didalami, termasuk lokasi anggota tersebut bertugas.

“Ada satu kasus yang ditangani oleh Direktorat Narkoba yang satu kasus awalnya, itu memang ada barang buktinya tapi yang di Polsek itu tidak ada dan kebetulan ada beberapa orang yang positif setelah dicek urinnya, ini yang akan didalami,” paparnya.

Polda Jabar akan terus mendalami kasus tersebut dan memastikan pelaku dihukum tegas.

“Ini masih didalami, semuanya anggota Polsek Astana Anyar atau tidak, yang jelas siapapun anggota manapun kalau memang terlihat dalam kejahatan narkoba akan disanksi tegas. Masih dalam pemeriksaan, lagi diamankan sama Propam Polda Jabar,” ucap Erdi.

Ia memastikan pelayanan kepada masyarkat tidak terganggu. Semua sistem sudah berjalan baik.

“Roda organisasi harus terus berjalan, sistem sudah berjalan walaupun ada yang tidak hadir, sakit dan sebagainya, nah pelayanan tetap berjalan kan ada wakil dan personel lainnya,” pungkasnya. (copy)

Sumber : Gatra.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *