Anggota Komisi III DPRD Provinsi, H. Yurman Hamedi Berikan Tangapan Terkait Ruas Jalan BORR Nakau-Bengkulu

ADVERTORIAL, BENGKULU153 Dilihat

Bengkulu, Jejakkeadilan.com –Terkait keberadaan jembatan elevated pada ruas Bengkulu Outer Ring Road (BORR) Nakau – Air Sebakul yang rentan dilalui kendaraan kelebihan muatan, hendaknya kelebihan muatan angkutan tidak kerap menjadi kambing hitam, ketika terjadi kerusakan jalan dalam wilayah Provinsi Bengkulu.

Terlebih sejak awal keberadaan ruas BORR yang merupakan jalan nasional tersebut diperuntukkan bagi kendaraan yang memiliki beban berat.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Provinsi, H. Yurman Hamedi, dalam keterangannya.

“Kalaupun ada kekhawatiran kelebihan muatan angkutan dinilai dapat mengancam daya tahan jembatan elevated yang terdapat pada ruas BORR, seharusnya sejak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sudah harus menyikapinya sejak awal,” kata Yurman pada Senin, (26/01/2022).

Lanjut Yurman, sebagai bentuk langkah antisipasi, muatan kendaraan yang melalui BORR maksimal 8 ton. Hanya saja perlu diketahui, baik kendaraan kecil dan besar, pasti muatannya lebih dari itu.

Untuk itu sembari berjalan, hendaknya terlebih dahulu diberikan pemahaman kepada pemilik angkutan. Mengingat aturan ini tidak bisa diterima mentah-mentah. Apalagi ini juga berkaitan dengan perekonomian masyarakat.

“Meski upaya antisipasi bertujuan untuk kesinambungan ruas jalan itu sendiri.

Tapi itu harus diberikan pemahaman dulu. Contohnya seperti ini, ketika kita berobat dan setelah meminum obat 3 kali sehari sesuai anjuran dokter, belum tentu langsung sembuh hari itu juga,” jelasnya.

Lebih lanjut terkait masalah ini ditambahkan, penting disikapi secara arif dan bijaksana. Misalnya, dengan menghimbau para pengusaha angkutan baik seperti batu bara, CPO, dan barang kebutuhan lainnya.

“Jangan sampai gara-gara regulasi terkait kapasitas angkutan ini, malah mencekik perekonomian masyarakat. Apalagi yang namanya jalan memiliki pengaruh yang besar terhadap perputaran ekonomi dalam suatu daerah. Lantaran aktifitas masyarakat bisa lancar, tergantung dengan kondisi infrastruktur jalannya,” tukas Yurman.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *