BPBD Provinsi Bengkulu Usulkan 15 Milyar Terkait Penanganan Pasca Banjir di Desa Pondok Batu

ADVERTORIAL58 Dilihat

Mukomuko, jejakkeadilan.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, kini sedang mensinkronkan semua program pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat untuk penanganan banjir di Kabupaten

Mukomuko. Termasuk penanganan pasca banjir di Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko. Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, SE,

MM ketika dikonfirmasi, Jumat (25/2) menegaskan, untuk usulan anggaran penanganan pasca banjir di desa tersebut, telah diajukan sebesar Rp 15 miliar ke Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB).

Anggaran sebesar itu, katanya, untuk membangun jembatan yang amblas akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu, termasuk untuk kegiatan penanganan erosi Sungai Selagan yang kondisinya kini semakin mengkhawatirkan. Hanya saja, berapa nanti yang bisa diakomodir dari jumlah usulan anggaran yang disampaikan, ia belum tahu. Sebab nanti tim dari BNPB yang akan turun dan menghitung kebutuhan anggaranya.

“Yang jelasnya, penanganan pasca banjir di desa itu sudah kami usulkan Rp 15 miliar. Bahkan pak Gubernur bersama jajaranya juga sudah turun dan meninjau lokasi untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan. Pak Gubernur juga mendukung agar penanganan banjir di desa itu cepat di atasi,” tegas Jaduliwan.

Selain pembangunan jembatan dan penanganan erosi Sungai Selagan, BPBD Provinsi Bengkulu juga mengajukan anggaran untuk kegiatan normalisasi Sungai Selagan dari mulai hulu hingga hilir. Usulan tersebut disampaikan ke BNPB, dan juga ke pemerintah pusat. Sebab untuk penanganan tersebut, butuh kolaborasi semua pihak mulai pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

“Sempitnya aliran sungai, menjadi biang kerok penyebab banjir akibat tidak mampu menampung aliran air dari drainase pembuangan di sejumlah titik ketika curah hujan tinggi. Kondisi itu harus segera disikapi, dan butuh kolaborasi dari semua pihak,” katanya.

Jaduliwan juga mengaku, saat ini masih melakukan inventarisir kelapangan untuk memastikan titik mana saja yang menjadi potensi terjadinya bencana alam baik banjir, tanah longsor, termasuk erosi sungai. Data sementara yang ia dapat dari BPBD Kabupaten Mukomuko, ada sejumlah titik bencana erosi sungai yang harus ditangani cepat. Seperti erosi Sungai Muar di Ipuh yang kini sudah mengancam bangunan tempat pelelangan ikan (TPI), erosi Sungai Manjunto yang kini terus mengancam rumah warga dan pemakaman umum, termasuk erosi sungai di wilayah Kecamatan Teras Terunjam yang sudah nyaris menerjunkan rumahwarga setempat.

“Semua kita inventarisir dulu. Kalau sudah selesai, baru nanti akan kita ajukan anggaranya di tahun 2023. Sebab saya di BPBD Provinsi ini baru, dan sepengatahuan saya di tahun 2022 ini tidak ada anggaran untuk kegiatan penanganan banjir atau erosi sungai di Kabupaten Mukomuko. Yang ada hanya satu kegiatan yaitu di Kabupaten Kaur,” demikian, Jaduliwan.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *