Dinas Pariwisata Provinsi Targetkan Masuk 50 Besar di Ajang ADMI 2022

Dinas Pariwisata Provinsi Targetkan Masuk 50 Besar di Ajang ADMI 2022
Dinas Pariwisata Provinsi Targetkan Masuk 50 Besar di Ajang ADMI 2022

Bengkulu, jejakkeadilan.com – Persiapan Bengkulu dalam mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI terus dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.

Setelah sebelumnya masuk 100 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021, Provinsi Bengkulu menargetkan masuk ke dalam 50 besar pada ADWI tahun 2022 ini.

Dikatakan Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Almidianto melalui Kepala Bidang pengembangan Destinasi Pariwisata Desven Amril bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota untuk melakukan pendampingan teknis bagi desa wisata yang dinyatakan peserta ADWI 2022.

“Jadi untuk kesiapan Provinsi Bengkulu dalam ajang ini, kita sudah mengarahkan masing-masing Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota untuk ikut serta melakukan pendampingan bagi desa-desa wisata yang mendaftarkan diri sebagai peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia,” ujar Desven, Jumat (11/03/2022).

Lanjutnya, termasuk dalam penggunaan aplikasi Jadesta kemenparekraf yang digunakan sebagai media penilaian desa wisata juga dilakukan pendampingan kepada Dispar Kab/kota yang merasa kesulitan ketika mengakses aplikasi tersebut.

“Kita juga melakukan pendampingan kepada Dinas Pariwisata kabupaten kota dalam mengakses aplikasi Jadesta yang digunakan sebagai media penilaian desa wisata,” imbuh Desven.

Dilihat dari data yang mengikuti ADWI tahun 2021, Provinsi Bengkulu sebanyak 223 peserta. Namun untuk tahun 2022 ia menyebut belum melihat perkembangan desa wisata dari spesifik Provinsi Bengkulu.

“Untuk pemilihan desa wisata melalui aplikasi Jadesta kita belum melihat perkembangan desa wisata secara spesifik di provinsi Bengkulu. Tapi akan terus kita pantau desa yang masuk dalam kategori desa wisata dan melakukan pemilihan melalui aplikasi Jadesta”, jelas Desven.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu ia mengatakan bahwa akan ada tinjauan langsung dari Kemenparekraf terhadap desa yang telah mendaftarkan diri sebagai desa wisata. Maka diperlukannya persiapan untuk masing-masing desa wisata yang terdaftar.

“Harapannya untuk masing-masing desa wisata yang sudah mengikrarkan diri, yang sudah ditetapkan oleh masing-masing daerah, sehingga mereka punya pengalaman tentang bagaimana menjadikan sebuah desa wisata yang baik berdasarkan kriteria dan sesuai dengan diri mereka masing-masing, sehingga mereka bisa lebih tau lagi dalam mengembangkan desa wisata yang bersangkutan,” tutur Desven.

Lebih lanjut disampaikannnya di tahun 2021, Provinsi Bengkulu masuk dalam 100 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia. Harapannya di tahun 2022, Bengkulu bisa masuk dalam 50 besar.

“Dengan adanya program ADWI, harapannya dapat membangun kemandirian dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian wisata serta berinovasi dalam menciptakan karya-karya baru untuk meningkatkan daya tarik wisatawan,” kata Desven.

Untuk diketahui, Anugerah Desa Wisata Indonesia merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang bertujuan untuk mengembangkan desa wisata guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Ajang ADWI tahun ini diharapkan mampu menggali potensi – potensi desa wisata yang ada di seluruh Indonesia.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Ping-balik: blote tieten