Anggota DPRD Provinsi Sri Rezeki meminta Pemerintah Harus Bijak Atasi Migor Langka

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sri Rezeki
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sri Rezeki

Bengkulu– Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sri Rezeki meminta, kelangkaan minyak goreng (migor) yang terjadi secara nasional, termasuk di Provinsi Bengkulu ini, haruslah disikapi secara bijak oleh pemerintah terutama di tingkat pusat.

Pasalnya kondisi ini sampai terjadi disinyalir karena produsen minyak goreng menurunkan jumlah produksinya, yang merupakan akibat dari kenaikan harga bahan baku.

Terlebih diketahui bersama, salah satu bahan baku untuk membuat minyak goreng itu yakni Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, saat ini harga minyak kelapa sawit mengalami kenaikan harga, yang dibuktikan dengan cukup tingginya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani.

“Ketika bahan baku untuk membuat minyak goreng ini naik, dari sisi hukum ekonomi harusnya harga jual minyak goreng ini juga naik. Tapikan faktanya pemerintah malah menekankan minyak goreng ditingkatan masyarakat tetap dijual dengan harga standar. Akhirnya produsen minyak goreng memilih menurunkan produksi, ketimbang mengalami kerugian,” ungkap Sri pada Jumat, (13/3/2022).

Menurut Sri, berdasarkan kondisi inilah pihaknya menyarankan agar pemerintah dapat bersikap bijak, dan juga dikaji dari sisi hukum ekonomi.

Mengingat tidak bisa juga dipaksakan produsen harus tetap memproduksi minyak goreng di tengah kenaikan harga bahan baku. Sementara harga jual minyak goreng itu tetap standar.”Itu bisa rugi besar perusahaan,” ujar politisi PDIP ini.

Selain itu Sri menyampaikan, tidak ada salahnya pemerintah juga mengajak produsen minyak goreng duduk bersama, karena bagaimanapun juga kelangkaan ini harus disikapi.

Apalagi saat ini kasian dengan  masyarakat dan masyarakat juga harus siap ketika harga minyak goreng ini naik, karena harga bahan baku mengalami kenaikan.

“Jalan satu-satunya untuk menyikapi kelangkah minyak goreng ini, pemerintah ditingkat pusat harus berunding dengan produsen minyak goreng. Panggil pengusaha minyak goreng itu, apa kendala hingga mereka menurunkan produksinya hingga kelangkaan terjadi. Dari sana nantinya pasti ada solusi,” demikian Sri. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *