RSUD M Yunus Bengkulu Siap Buka Pelayanan Penyakit Jantung

BENGKULU164 Dilihat

Bengkulu, jejakkeadilan.com – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama dengan Wakil Direktur Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita dr Hananto Andriantoro, melakukan pertemuan membahas komitmen program pembangunan pelayanan jantung terpadu (Kardiovaskuler) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

Pertemuan digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu dengan didampingi dengan Tim Pelayanan Rujukan Kemenkes RI dan Tim Medis lainnya, Jumat (13/05/2022).

Gubernur Rohidin mengatakan dirinya menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya kerjasama ini akan menambah akselerasi percepatan peningkatan pelayanan, khususnya penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah di RSMY.

“Dari sisi pelayanan kami siap mendukung dari sarana prasarana bangunan, sumber daya manusianya, dan peralatan. Kami pastikan nantinya bedah jantung terbuka bisa dilakukan di daerah,” sampai Rohidin.

Gubernur mengatakan nantinya akan ada 3 pelayanan yang berkenaan dengan penyakit jantung terpadu diadakan di RSUD M Yunus dengan dukungan RS Pusat Jantung Harapan Kita.

“Rumah Sakit Harapan Kita mempersiapkan Rumah Sakit M Yunus untuk pelayanan tingkat provinsi. Nantinya akan ada 3 penanganan mengenai penyakit jantung kardiovaskular yakni jantung vaskuler, canser, dan struk otak,” kata Rohidin.

Sementara itu, Hananto menyebutkan tujuan utama mengembangkan jejaringnya di Provinsi Bengkulu adalah untuk menyamakan pelayanan kesehatan secara nasional, khususnya pada penyakit kardiovaskular yang selama ini menjadi penyebab kematian tertinggi di berbagai wilayah.

“Tujuan kami, yakni mendekatkan akses pelayanan penyakit, dan menekan angka kematian akibat penyakit ini,” ujarnya.

Hananto membeberkan terdapat 30 ribu orang lebih di Provinsi Bengkulu terkena sakit jantung coroner, dan yang tertangani di RSMY tidak lebih dari seribu pasien sehingga menyebabkan angka kematian tinggi.

Sehingga hal itulah yang menjadi dasar kerjasama rumah sakit binaannya dengan RSUD M Yunus.

“Itu tanggung jawab kami untuk mendekatkan fasilitas kesehatan. Nantinya RSUD M Yunus dapat membuat jejaring yang namanya SPGDT atau sistim penanganan gawat darurat terpadu sehingga menjadi rujukan rumah sakit daerah agar penderita penyakit ini akan cepat tertangani,” demikian Hananto.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *