Waisak Sebagai Peringatan Tiga Peristiwa Penting Umat Buddha

patung Umat buddha
patung Umat buddha

Sejarah, jejakkeadilan.com– Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman budaya, suku, dan adat istiadat mencerminkan kesatuan yang diwariskan leluhur bangsa.

Keanekaragaman budaya ini juga tak terlepas dari prinsip kepercayaan dan keyakinan masyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia juga terdiri dari beragam latar belakang agama yang berbeda.

Tentunya dari bermacam-macam agama mulai dari Islam, Kristen, Hindu hingga Buddha tetap mencerminkan ideologi bangsa yakni Pancasila.

Setiap agama pastilah memiliki hari besar untuk lebih mengingat kebesaran Tuhannya, seperti pada hari ini 26 Mei 2021 menjadi hari besar bagi agama Budha

Meski perayaan Waisak dilakukan dengan penuh keterbatasan karena pandemi masih terjadi, namun tak menyurutkan kegiatan umat Buddha untuk beribadah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Hari Waisak atau Waisaka merupakan hari suci agama Buddha. Di beberapa wilayah hari Waisak ini juga dikenal dengan nama yang beragam.

Seperti Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka.

Nama ini diambil dari bahasa Pali yaitu ‘Wesakha’, yang pada gilirannya juga terkait dengan ‘Waishakha’ dari bahasa Sansekerta.

Di beberapa tempat disebut juga sebagai ‘hari Buddha’. Momen perayaan ini juga dirayakan dalam bulan Mei pada waktu terang bulan atau purnama sidhi, yaitu untuk memperingati tiga peristiwa penting.

Yakni, Pangeran Siddharta atau lahir dengan nama Siddhārtha Gautama yang dilahirkan di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.

Dikatakan pula bahwa Pangeran Siddharta atau Buddha Gautama mencapai Penerangan Agung dan menjadi Sang Buddha.

Secara harfiah merupakan orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna. Dia juga dikenal sebagai Sakyamuni yaitu ‘orang bijak dari kaum Sakya’ dan sebagai Tathagata.

Buddha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha. Serta menjadi Buddha di Buddha-Gaya atau Bodh Gaya pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M.

Namun, terkait waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti, sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 800 S.M atau 680 S.M, ada juga yang berpendapat tahun 623 SM sampai 543 SM.

Baru-baru ini, pada suatu simposium sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya.

Sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya. Kemudian, dari ketiga kejadian ini disebut sebagai ‘Trisuci Waisak’, keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950.

Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama pada bulan Mei. Waisak sendiri adalah nama salah satu bulan dalam penanggalan India Kuno.

Hari Trisuci Waisak 2565 tahun ini jatuh pada tanggal 26 Mei 2021. Sebagaimana umat Buddha di seluruh dunia juga merayakan Trisuci Waisak dengan penuh khidmat dan penuh keyakinan menghayati ajaran kebenaran Dhamma sebagai pedoman hidup yang luhur.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *