Jakarta, JejakKeadilan.com – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan kepada jajaran penegak hukum agar Insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang mengakibatkan tewasnya pengemudi ojek online (ojol) diusut secara tuntas dan transparan.
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut menanggapi insiden memilukan atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas saat pembubaran aksi unjuk rasa Kamis (28/8) malam.
“Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab, kata Presiden Prabowo dalam video keterangan pers dalam akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta, Jumat.
Dalam rekaman video yang diambil dari kediamannya di Hambalang, Presiden menegaskan bahwa petugas yang terlibat dalam insiden itu harus bertanggung jawab.
Bahkan, jika terbukti aparat melakukan perbuatan di luar ketentuan yang berlaku, Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan yang sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.
“Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” kata Prabowo.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo mengucapkan duka cita dan bela sungkawa yang terdalam terhadap keluarga Affan atas peristiwa ini.
Pemerintah pun menjamin kehidupan keluarga Affan dan memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota keluarga.
“Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada orang tuanya dan adik-adik dan kakak-kakaknya,” kata Prabowo,
Dia mengatakan telah mengikuti perkembangan situasi beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana ada demonstrasi yang mengarah pada tindakan-tindakan anarkis.
“Juga ada peristiwa di mana petugas telah menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan pengemudi ojol tersebut, almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal dunia,” ucap Prabowo dalam video pernyataan pers melalui video yang diterima di Jakarta, Jumat.
“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Presiden.
Prabowo mengungkapkan dirinya sangat prihatin dan sedih atas peristiwa tersebut. Kepala Negara memastikan pemerintah akan menanggung dan menjamin kehidupan keluarga korban.
“Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya dan adik-adik dan kakak-kakaknya,” kata Presiden.
Diketahui, kejadian rantis Brimob melindas pengendara ojek online itu terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elernen masyarakat yang menggelar akai unjuk rasa di ackitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian
Akibatnya kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Peristiwa rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim mengatakan sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden tersebut.
Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kerusuhan itu terjadi.
Ketujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M. Baraka Y, dan Baraka J.
Jakarta, JejakKeadilan.com – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan kepada jajaran penegak hukum agar Insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang mengakibatkan tewasnya pengemudi ojek online (ojol) diusut secara tuntas dan transparan.
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut menanggapi insiden memilukan atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas saat pembubaran aksi unjuk rasa Kamis (28/8) malam.
“Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab, kata Presiden Prabowo dalam video keterangan pers dalam akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta, Jumat.
Dalam rekaman video yang diambil dari kediamannya di Hambalang, Presiden menegaskan bahwa petugas yang terlibat dalam insiden itu harus bertanggung jawab.
Bahkan, jika terbukti aparat melakukan perbuatan di luar ketentuan yang berlaku, Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan yang sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.
“Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” kata Prabowo.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo mengucapkan duka cita dan bela sungkawa yang terdalam terhadap keluarga Affan atas peristiwa ini.
Pemerintah pun menjamin kehidupan keluarga Affan dan memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota keluarga.
“Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada orang tuanya dan adik-adik dan kakak-kakaknya,” kata Prabowo,
Dia mengatakan telah mengikuti perkembangan situasi beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana ada demonstrasi yang mengarah pada tindakan-tindakan anarkis.
“Juga ada peristiwa di mana petugas telah menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan pengemudi ojol tersebut, almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal dunia,” ucap Prabowo dalam video pernyataan pers melalui video yang diterima di Jakarta, Jumat.
“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Presiden.
Prabowo mengungkapkan dirinya sangat prihatin dan sedih atas peristiwa tersebut. Kepala Negara memastikan pemerintah akan menanggung dan menjamin kehidupan keluarga korban.
“Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya dan adik-adik dan kakak-kakaknya,” kata Presiden.
Diketahui, kejadian rantis Brimob melindas pengendara ojek online itu terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elernen masyarakat yang menggelar akai unjuk rasa di ackitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian
Akibatnya kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Peristiwa rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim mengatakan sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden tersebut.
Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kerusuhan itu terjadi.
Ketujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M. Baraka Y, dan Baraka J. (JK)