Bengkulu, jejakkeadilan.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata menggelar pelatihan peningkatan keselamatan wisata dengan tema Manajemen Safety Risk pada Aktivitas Wisata Bahari dan Tirta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Two K Azana Style Hotel Bengkulu ini diikuti oleh para pengelola dan pelaku usaha wisata yang bergerak di sektor wisata laut dan perairan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman pelaku wisata mengenai pentingnya aspek keselamatan dalam pengelolaan destinasi wisata.
Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko, khususnya pada destinasi yang berkaitan dengan aktivitas laut dan air.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah instansi terkait. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan informasi cuaca, pengenalan kondisi alam, serta upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan di lapangan.Selain itu, tim dari Basarnas turut membekali peserta dengan pengetahuan tentang prosedur penyelamatan, teknik evakuasi, hingga penanganan keadaan darurat yang mungkin terjadi di kawasan wisata bahari maupun tirta.
Murlin menegaskan, Dinas Pariwisata berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman bagi wisatawan.
Ia berharap meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bengkulu dapat diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang baik oleh para pengelola destinasi. Dengan demikian, kenyamanan dan keamanan pengunjung tetap terjaga, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan wisata di daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong seluruh pelaku pariwisata untuk semakin profesional dalam mengelola destinasi wisata, sehingga sektor pariwisata Bengkulu dapat berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing. (**)
