Site icon Jejak Keadilan

OPLAH Non-Rawa 2026 Sasar 1.057 Hektare, Dorong Produktivitas Pertanian Rejang Lebong

REJANG LEBONG — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Melalui Kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa Tahun Anggaran 2026, sebanyak 51 kelompok tani mendapat dukungan program untuk mengoptimalkan lahan pertanian dengan total luas mencapai 1.057 hektare.

Program tersebut merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pertanian melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Kegiatan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas serta Indeks Pertanaman (IP) pada lahan pertanian non-rawa di Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Rifai, melalui Plt. Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Aryanto, SP., MP, menjelaskan bahwa usulan awal program OPLAH Non-Rawa 2026 mencapai 1.350 hektare yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. Setelah melalui proses penilaian, luas lahan yang disetujui untuk kegiatan tersebut mencapai sekitar 1.057 hektare.

“Dari usulan 1.350 hektare, setelah dilakukan penilaian yang disetujui sekitar 1.057 hektare. Sisanya diarahkan untuk program lainnya, seperti kegiatan perpipaan dan perpompaan,” ujar Aryanto.

Menurutnya, pelaksanaan OPLAH disesuaikan dengan kebutuhan dan usulan masing-masing kelompok tani. Karena itu, pagu anggaran maupun bentuk kegiatan dapat berbeda antara satu desa atau kelurahan dengan wilayah lainnya. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan pengawasan dari konsultan pengawas guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Aryanto menambahkan, program OPLAH tidak hanya berorientasi pada perbaikan lahan, tetapi juga diharapkan mampu menghidupkan kembali jaringan irigasi yang selama ini belum berfungsi secara optimal. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, lahan pertanian diharapkan dapat ditanami lebih intensif, bahkan berpotensi mencapai dua hingga tiga kali musim tanam dalam setahun, sehingga produksi pertanian meningkat.

“Petani sangat terbantu dengan adanya program ini, terutama melalui pembangunan dan optimalisasi irigasi yang sebelumnya tidak bisa dialiri air. Harapannya, air dapat terbagi dan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tani di sekitarnya, sehingga produktivitas meningkat dan ketahanan pangan Kabupaten Rejang Lebong ikut mendukung ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Kegiatan OPLAH Non-Rawa Tahun Anggaran 2026 tersebut ditargetkan selesai pada November 2026. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap program ini memberikan manfaat langsung bagi petani, meningkatkan pemanfaatan lahan, serta mendorong peningkatan produksi pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan secara berkelanjutan.(**)

Exit mobile version