Pemkab Mukomuko Percepat Pembangunan Listrik Desa di 30 lokasi di Bengkulu

Mukomuko, jejakkeadilan.com– Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur listrik pedesaan pada 30 lokasi di Provinsi Bengkulu sebagai upaya memperluas akses energi hingga wilayah terpencil pada 2026.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan listrik pedesaan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses energi yang merata dan berkeadilan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Selasa.

Dia mengatakan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendukung kualitas hidup masyarakat di pedesaan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu tentunya berkomitmen memberikan dukungan agar rencana pembangunan tersebut dapat terealisasi sesuai dengan target yang telah dibuat, ujar dia. 

Namun, lanjutnya, percepatan pembangunan listrik pedesaan juga memerlukan sinergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan PT PLN (Persero) dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengatasi berbagai hambatan, mulai dari persoalan administrasi, pembebasan lahan, hingga kendala teknis di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu Rico Yulyana mengatakan hambatan yang ditemukan di lapangan saat ini dari proses pembangunan antara lain terkait akses jalan menuju lokasi yang belum memadai, keberadaan tanaman milik masyarakat yang menghalangi jalur jaringan listrik, serta proses perizinan karena sebagian trase jaringan melintasi kawasan hutan konservasi.

Kendala tersebut tersebar di Kabupaten Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong. Sejumlah wilayah di daerah tersebut juga masih belum menikmati layanan listrik secara optimal sehingga masyarakat masih bergantung pada sumber energi alternatif.

Manager PLN UP2K Bengkulu Yanuar mengatakan rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu telah mencapai 100 persen, sedangkan rasio elektrifikasi hingga Desember 2025 tercatat sebesar 99,52 persen. Meski demikian, penguatan jaringan masih diperlukan agar seluruh masyarakat memperoleh layanan listrik yang andal.

Dia menjelaskan pembangunan infrastruktur listrik pedesaan pada 30 lokasi di Provinsi Bengkulu digelar dua tahap. Pada tahap pertama, Program Listrik Pedesaan (Lisdes) 2026 akan dilaksanakan di 25 lokasi yang tersebar di Kabupaten Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, dan Mukomuko.

Pembangunan meliputi jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 21,51 kilometer sirkuit (KMS), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 31,44 KMS, serta pemasangan 11 unit gardu distribusi berkapasitas total 550 kVA yang ditargetkan melayani 316 calon pelanggan.

Selanjutnya pada tahap kedua, pembangunan akan dilakukan di lima lokasi yang berada di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Mukomuko, dan Seluma.

Pada tahap tersebut, PLN akan membangun JTM sepanjang 5,52 KMS, JTR sepanjang 10,63 KMS, serta tiga unit gardu distribusi berkapasitas total 150 kVA untuk melayani 105 calon pelanggan.

“Secara keseluruhan, pembangunan jaringan listrik pedesaan Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu meliputi JTM sepanjang 27,03 kilometer, JTR sepanjang 42,07 kilometer, serta 14 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 700 kVA,” ujar Yanuar. (Adv)