Mohd. Gustiadi: Membangun Pangan, Pemerintah Diminta Tingkatkan Produksi dan Sejahterakan Petani

BENGKULU170 Dilihat

Bengkulu, jejakkeadilan.com- Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu, Mohd. Gustiadi, menilai, pembangunan pangan yang terus digalakkan pemerintah daerah (Pemda), tidak terkecuali di Provinsi Bengkulu, sangat layak diberikan apresiasi.

Terlebih untuk terwujudnya swasembada pangan. Hanya saja pembangunan dimaksud diharapkan, tidak hanya sebatas meningkatkan produksi atau produktivitas hasil pertanian saja.

Tetapi harus lebih jauh yakni mampu meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan para petani yang merupakan produsen dari komoditi-komoditi pangan.

Mengingat yang namanya pembangunan pangan itu tidak hanya bicara tentang swasembada saja.

“Memperkuat ketahanan pangan dalam rangka meraih kemandirian dan kedaulatan pangan sangat penting, tapi tetap antara ouput pada sisi produksi dan produsen pangan harus seimbang. Bahkan saya kira sia-sia saja disaat produksi meningkat, tetapi tidak berdampak positif terhadap peningkatan kehidupan petani selaku produsennya,” katanya pada Selasa, (26/4/2022).

Lanjut pria yang akrab disapa Edi Tiger ini, Provinsi Bengkulu harusnya patut berbangga karena tersedia banyak komoditi pangan.

Termasuk juga ketika dikaitkan dengan mata pencaharian masyarakatnya. Apalagi mayoritas daerah ini berprofesi sebagai petani yang bearti berkiprah di dunia pangan.

Selain itu juga persoalan pangan ini harus disikapi dengan serius agar kedaulatan pangan dengan konsep pemenuhan pangan melalui produksi lokal dapat terwujud.

Apalagi kedaulatan pangan merupakan konsep pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kedaulatan pangan jangan dikemas hanya sebuah kemauan, namun yang lebih penting sudah sejauh mana kita mewujudkannya. Sebenarnya bisa dicapai dengan lima usaha yakni peningkatan produksi pangan pokok, stabilisasi harga bahan pangan, peningkatan kesejahteraan pelaku usaha pangan, mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan, dan perbaikan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *