Gubernur Bengkulu Bersama Forum KEE Bahas Fungsi Ekologis Bentang Alam Sebla dan Gajah Sumatera

Bengkulu, jejakkeadilan.com– Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (Forum KEE) menemui langsung Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah untuk berkoordinasi dalam upaya menyelamatkan gajah Sumatera dan fungsi ekologis bentang alam Seblat.

Rombongan Forum KEE dipimpin Sekretaris Forum KEE, Ali Akbar serta dari AKAR Network didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi beserta BKSDA Bengkulu.

Audiensi diterima Gubernur Bengkulu di Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Selasa, 23 Agustus 2022.

Audiensi ini terkait upaya menyelamatkan habitat gajah di kawasan konservasi gajah bentang alam Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meminta Forum KEE dan Dinas LHK Provinsi serta perusahaan di kawasan tersebut agar menyediakan koridor untuk gajah demi menjaga ekosistem yang ada di wilayah tersebut.

“Dari tim sudah membuat dokumen laporan, kemudian kita akan mengundang beberapa pemangku kepentingan di kawasan itu terkait kebutuhan dalam rangka memberikan habitat yang layak untuk konservasi gajah,” ujar Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan kepada masyarakat sekitar kawasan, untuk tidak melakukan perambahan hutan apapun dalihnya.

Walaupun kawasan tersebut akan diusulkan untuk perubahan status kawasan masih menunggu keputusan atau butuh waktu.

“Saat ini keputusan terkait koordinat dan luasan belum diketahui dan disetujui. Jika pun sudah disetujui, tentu saja ada mekanisme yang mengatur pemanfaatan perubahan status kawasan tersebut,” terang Gubernur.

Sementara itu, Forum KEE meminta sinergitas antar pemangku kepentingan dalam pelestarian gajah.

Berfungsinya koridor gajah dapat memberikan ruang gerak gajah secara luas dalam melakukan perjalanan dan migrasi, agar tercipta pertukaran genetik antar populasi serta memberi peluang rekolonisasi habitat yang populasi lokalnya telah punah.

Sekretaris Forum KEE dari AKAR Network, Ali Akbar menyatakan bahwa menyelamatkan kawanan gajah Sumatera berarti juga menyelamatkan fungsi ekologis bentang Seblat.

“Kawasan tersebut menjadi kawasan ekologi yang penting karena menjadi habitat bukan hanya gajah namun satwa lainnya yang kharismatik. Ekologi di kawasan ini sebagai penyelamat kawasan ekologi di Bengkulu Utara dan Mukomuko,” ujar Ali Akbar.

Menurutnya bahwa ini harus dilakukan, karena untuk menyelamatkan habitat gajah di kawasan tersebut maka harus bergerak sejak dini.

“Dua kedekatan tersebut menjadi alasan utama kami di Forum KEE untuk mencoba mati-matian memastikan alam Seblat ini selamat,” tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *