Pemkab Bengkulu Selatan Lakukan Pengukuran Ulang Kasus Stunting

Bengkulu Selatan, jejakkeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini sedang melakukan pendataan dan pengukuran ulang terhadap anak-anak untuk memastikan angka kasus stunting di wilayah tersebut.

“Kami sedang melakukan pendataan ulang dengan mendatangi rumah warga satu per satu guna memastikan angka nyata kasus stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan,” kata Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifa’i Tajuddin saat dihubungi via telpon, Senin.

Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) kasus stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan bertambah sebesar 2,4 persen dari jumlah dibandingkan sebelumnya.

Sebab angka sebelumnya, anak yang mengidap stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan hanya sebanyak 20,8 persen atau sekitar 280 anak.

Namun, saat ini mengalami kenaikan 2,4 persen tersebut, sehingga kasus stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi 23, 2 persen atau sekitar 303 anak.

“Kami ingin memastikan apakah data dari SSGI tersebut baru atau data lama, kami takutkan data tersebut merupakan data gabungan sebelumnya yang dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Proses pengukuran akan dilakukan di seluruh wilayah di Kabupaten Bengkulu Selatan dan ditargetkan selesai hingga dua bulan ke depan.

Selain itu, untuk melakukan pencegahan kasus stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan, pihaknya tidak hanya melakukan pengobatan atau pemberian bantuan makan bergizi kepada kepada balita pengidap stunting.

Tetapi juga semua instansi terkait ikut membantu melakukan pencegahan stunting seperti rutin memberikan bimbingan kepada para calon pengantin, ibu hamil.

Kemudian untuk pasangan kurang mampu, memberikan bantuan diantaranya berupa bedah rumah menjadi layak huni, membantu pembangunan jamban (WC) serta upaya lainnya.

Serta terus melakukan pendataan dan menindaklanjuti kasus stunting yang dimulai dari persiapan ibu yang akan menikah, ibu hamil dan bayi akan dilakukan pengukuran.

Kemudian, kata dia, melakukan pendampingan nutrisi terhadap ibu hamil dan guna mencegah stunting yang diberikan secara gratis, juga dilakukan sosialisasi secara masif guna menuntaskan permasalahan stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan, agar nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Hal tersebut dilakukan agar target nasional pada 2024 tercapai dan kami yakin angka stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan bisa menurun menjadi 14 persen,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *