Mulut Mu Adalah Harimau Mu, Ini Kata Ketua DPRD Bengkulu Selatan!!!

Bengkulu selatan, Jejakkeadilan.com Beredarnya video rekaman hasil wawancara ketua DPRD BS yang diunggah oleh salah satu wartawan senior, setelah usai rapat pari purna DPR dibeberapa gurp WhatsApp. Senin 9 Mei 2022 terkait tanggapan ketua adanya dugaan pansus Covid-19 mandek, yang sempat diberitakan beberapa media online.

Dalam wawancara itu Barli Halim mengatakan bahwasanya pansus tersebut sudah selesai. Tugas pansus sudah selesai, sudah diberikan pada pimpinan, pimpinanpun sudah mengeluarkan rekomendasi. Jadi yang dikatakan mandek atau pun mangkrak karena anggota pansus menerima uang, mungkin itu hanya obrolan di warung kopi.

“Jangan-jangan obrolan itu hanya candaan, main-main,” ujar Barli Halim.

Mestinya kawan-kawan wartawan koordinasi dulu tentang kebenaran berita tersebut, karena 4 milyari itu banyak uangnya, nggak ada itu. Terkait anggota dewan yang berinisial K akan kita panggil karena kita pingin klarifikasi apa dia sekedar main – main atau apa, karena kemarin belum sempat, berhubungan dengan hari lebaran,” jelas Ketua Dewan.

Ketua menambahkan, yang jelas pansus sudah selesai hasilnya sudah kita rekomendasikan ke istansi terkait, bahkan kepenegak hukum baik ke-Polres, Polda, Kejaksaan bahkan Ke KPK tinggal tugas mereka menidaklanjuti, kalau anggota pansus dipinta untuk mempertanyakan hasilnya, itu bagus, bahkan bila kita dipinta untuk mengawalnya kita siap untuk bekerja lagi. Berhubungan dengan berita mangkrak ini saya rasa kawan-kawan mungkin tidak mengikuti kegiatan pansus ini, langsung membuat berita tapi tidak masalah nanti akan kita selesaikan secara kekeluargaan,” kata Barli Halim.

Terpisah Yon Maryono salah satu pimpinan media online yang juga menjabat ketua organisasi Sekber Media Online (SMO), menyoroti berita viral terkait dugaan suap yang dilontarkan salah satu anggota dewan berinisial K tersebut.

Menurutnya, bila oknum anggota DPRD BS menyatakan bahwa itu hanya obrolan di warung kopi saja, sangatlah tidak relevan. Kenapa saya katakan demikian, karena Seorang anggota DPRD seharusnya menjaga sikap bicara dimanapun tempatnya

“Wajar hal ini menjadi polemik, karena keluarnya perkataan, dugaan menerima suap ini adalah orang yang memang terlibat langsung di dalam pelaksanaan pansus,” pungkas Yon Maryono.

Lain hal bila yang berbicara itu seseorang yang tidak terlibat langsung di dalam pelaksanaan pansus, maka saya anggap sah-sah saja. Tetapi perkataan ini keluar dari mulut seorang anggota DPRD yang notabene berkapasitas sebagai anggota dari pansus tersebut , maka wajar – wajar saja ini perlu di pertanyakan dan harus di tindaklanjuti karena ibarat kata pepatah lama, mulutmu harimaumu,” sindir Yon Maryono. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *