Fakultas Syariah IAIDU Asahan Gelar Sosialisasi Sertifikasi Produk Halal

Asahan, Jejakkeadilan.com – Sertifikasi halal bagi UMKM sangatlah penting, namun UMKM masih terkendala dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang tata cara pengurusan pemberkasan pengajuan sertifikasi halal. Begitu yang dikatakan Andri Nurwandri, S.Sy., M.Ag pada acara kegiatan tersebut, Kamis (2/3/2023).

Sehingga, tutur Andri, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAIDU Asahan berinisiasi untuk melakukan pendampingan.

Bacaan Lainnya

Selaku ketua tim pelaksana, Andri Nurwandri juga mengatakan, bahwa pengabdian ini diimplementasikan untuk para pelaku UMKM dan kelompok PKK Desa Air Teluk Hessa dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

“Bermacam produk yang didampingi yaitu Susu kedelai, keripik, gula merah,” ucapnya.

Andri menyebut, bahwa para pelaku diberikan penjelasan tentang alur pengajuan sertifikasi halal pada pelaku UMKM. Selain itu, juga membantu para pelaku UMKM untuk mengisi dan melengkapi berkas pengajuan sertifikasi halal.

Adapun tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Andri mengutarakan, yaitu terdiri dari ketua Andri Nurwandri, S.Sy., M.Ag, selaku Narasumber I, Yanuar Din, S.E., M.E.I., Narsumber II Daud Marzuki Matondang, M.Si., Muhammad Rosul Sanjani, S.Sy., MH narasumber III Nurfadhilah Syam, M.Ag dan mahasiswa IAIDU Asahan yang melaksanakan KKN.

Menurut Andri, bahwa pendampingan sertifikasi halal ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) No 33 Tahun 2014 yang menyebutkan setiap produk yang dikonsumsi wajib diajukan sertifikasi halalnya. Selain itu, semua produk pangan UMKM per Oktober 2024 sudah wajib tersertifikasi Halal.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memudahkan para pelaku UMKM mengajukan sertifikat halal. Karena kendala secara umum dialami oleh para pelaku UMKM, terutama yang berada di desa adalah kesulitan dengan sistem pengajuan secara online,” ucapnya.

Sementara, menurut Daud Marzuki, M.Si selaku tim pelaksana II dan narasumber menambahkan pengajuan sertifikasi halal produk pangan sebenarnya merupakan hal yang mudah, tetapi memerlukan banyak dokumen pendukung.

“Maka dari itu, Ibu ibu saat membeli bahan keperluan produksi notanya harus disimpan, ini agar dapat ditelusuri bahan baku yang digunakan,” tandasnya.

Kemudian, Kepala Desa Air Teluk Hessa, Fajaruddin Manurung memberikan respon positif dari kegiatan ini. Ia berharap seluruh produk UMKM Desa Air Teluk Hessa dan desa sekitarnya pada 2024 sepenuhnya mendapat sertifikat halal. Selain itu juga dapat mendorong peran aktif pelaku UMKM agar selalu semangat dalam melengkapi pemberkasan pengajuan sertifikasi halal.

“Agar produk UMKM Desa Air Teluk Hessa dapat dipasarkan secara lebih luas dan diminati oleh banyak konsumen, karena adanya jaminan kehalalannya,” pungkas Fajaruddin. (St)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar